Keberadaan minyak bumi di alam
merupakan hasil pelapukan fosil-fosil tumbuhan dan hewan pada zaman purba
jutaan tahun silam.Dengan tekanan dan suhu yg tinggi,maka setelah jutaan tahun
lamanya material tersebut berubah menjadi minyak yg terkumpul dalam pori-pori
batu kapur atau batu pasir.Itu sebabnya minyak bumi disebut sebagai petroleum
(yang dalam bahasa latin,petrus =
minyak). Pada daerah lapisan bawah tanah yang tak berpori tersebut diberi nama antiklinal atau cekungan.
Ø
Golongan Alkana
Golongan alkana yang tidak bercabang
terbanyak adalah n-oktana,sedang alkana bercabang terbanyak adalah isooktana
(2,2,4-trimetilpetana).
Ø
Golongan Sikloalkana
Golongan sikloalkana yang terdapat pada
minyak bumi adalah siklopetana dan sikloheksana.
Ø
Golongan Hidrokarbon Aromatik
Golongan hidrokarbon aromatic yang terdapat
dalam minyak bumi adalah bezena.
|
|
Benzena
v
Senyawa-senyawa
lain
Sementara itu suber energy yang lain
yaitu,gas alam memiliki komponen alkana suku rendah,yaitu metana,etana,propane
dan butane. Sebagai komponen terbesarnya adalah metana. Dalam gas ala
mini,metana digunakan sebagai bahan bakar,sumber hydrogen,dan untuk pembuatan
methanol. Etana yang ada dipisahkan untuk keperluan industry,sedangkan propane
dan butana juga dipisahkan,dan kemudian di cairkan untuk bahan bakar yang
dikenal dengan nama LPG (Liquid Petroleum
Gas) yang biasa digunakan untuk bahan bakar kompor gas rumah tangga.
6.3 Teknik Pengolahan Minyak Bumi
Biasanya kandungan minyak bumi ini ada
pada 3-4 km di bawah permukaan tanah.Minyak mentah atau yang biasa disebut crude oil ini berbentuk cairan kental
hitam dan memiliki bau tidak sedap yang mengandung kotoran,juga mineral-mineral
yang larut dalam air. Minyak mentah ini mengandung sekitar 500 jenis hdrokarbon
dengan jumlah atom karbon 1-50.
A.Desalting
Proses desalting merupakan proses
penghilangan garam yang dilakukan dengan cara mencampurkan minyak mentah dengan
air,tujuannya adalah untuk melarutkan zat-zat mineral yang larut dalam air.
B.Distilasi
Distilasi
bertingkat yaitu cara pemisahan campuran berdasarkan perbedaan titik didih. FRAKSI HIDRO KARBON YANG DIPEROLEH DARI
DISTILASI BERTINGKAT. Fraksi-faksi yang didapatkan setelah proses distilasi
selanjutnya diolah lebih lanjut dengan proses reforming,polimerisasi,treating,
dan blending..
1.Reforming
Reforming merupakan suatu cara pengubahan
bentuk,yaitu dari rantai lurus menjadi bercabang. Proses ini digunakan untuk
meningkatkan mutu bensin.
2.Polimerisasi
Polimerisasi merupakan suatu cara
penggabungan monomer (molekul-molekul sederhana) menjadi molekul-molekul yang
lebih kompleks
3.Treating
Treating merupakan proses penghilangan
kotoran pada minyak bumi.
4.Blending
Blending merupakan proses penambahan zat
adiktif.
6.4 Bensin
Bensin
yang dihasilkan dari distilasi bertingkat disebut bensin distilat langsung
(straight run gasoline). Mutu atau kualitas ditentukan oleh persentase
isooktana yang terkandung didalamnya atau yang biasa disebut dengan bilangan oktan. Adanya komponen
berantai lurus menghasilkan energy yang kurang efisien artinya banyak energy
yang terbuang sebagai panas bukan sebagai kerja mesin,dan hal ini menyababkan
terjadinya KNOCKING atau ketukan pada mesin. Untuk meningkatkan bilangan oktan
dan bensin ditambahkan suatu zat yang disebut TEL (tetraetil lead) ata
tetraetil timbal. Partikel timbal yang terisap oleh manusia dalam kadar yang
cukup tinggi,menyebabkan terganggunya enzim pertumbuhan.
Penggunaan
Residu Dalam Industri Petrokimia
Petrokimia
adalah bahan-bahan atau produk yang dihasilkan dari minyak gas dan bumi. Untuk
memperoleh produk petrokimia dilakukan dengan tiga tahapan,yaitu :
a.
Mengubah
minyak dan gas bumi menjadi bahan dasar petrokimia
b.
Mengubah
bahan dasar menjadi produk antara
c.
Mengubah
produk antara menjadi produk akhir
a.
Olefin
(alkena-alkena)
Olefin
merupakan bahan dasar petrokimia yang paling utama.
b.
Aromatika
Pada industry petrokimia,bahan aromatika
yang terpenting adalah benzene,toluene,xilena.
c.
Syn-gas
(gas sintesis)
Gas sintesisi merupakan campuran dari karbon
monoksida dan Hidrogen.
1. Karbon
Monoksida
Gas karbon
monoksida adalah gas yang tidak berwarna,tidak berbau,tidak berasa,dan tidak
merangsang. Pada kadar yang lebih tinggi dapat menyebabkan pingsan dan pada
kadar lebih dari 100 ppm dapat menimbulkan kematian. Oleh karena yang diedarkan
keseluruh tubuh termasuk ke otak bukannya HbO, tetapi justru HbCO. Sumber
keberadaan gas CO ini adalah pembakaran yang tidak sempurnadari bahan bakar
minyak bumi. Dengan reaksi sebagai berikut . 2 C8H18 (g) + 17 O2(g) 16 CO(g) + 18 H2O(g)
Sekarang ini para
ahli mencoba mengembangkan alat yang berfungsi untuk mengurangi banyaknya gas
CO, dengan merancang alat yang disebut catalyc
converter, yang berfungsi mengubah gas pencemar udara seperti CO dan NO
menjadi gas-gas yang tidak berbahaya,dengan reaksi :
2 CO(g) + O2(g) 2 CO(g)
2 NO2(g) N2(g) 2 O2
2. Karbon
Dioksida
Gas karbon dioksida
juga tidak mempunyai sifat tidak berwarna,berasa dan tidak merangsang.
Berlebihnya kandungan CO2 menyebabkan sinar infra merah
dari matahari diserap oleh bumi dan benda-benda disekitarnya. Akibat suhu di
bumi menjadi semakin panas yang ditimbulkan oleh berlebihnya kadar CO2 di udara ini dikenal sebagai efek rumah kaca
atau green house effect.
3. Oksida
Belerang
Gas belerang dioksida
(SO2) mempunyai sifat tidak berwarna,
tetepi memiliki berbau sangat menyengat dan dapat menyesakkan napas meskipub
dalam kadar rendah. Proses terjadinya hujan dapat dijelaskan dengan reaksi
berikut.
a.
Pembentukan
asam sulfit di udara lembap
SO2(g)
+ H2O(l) H2SO3(aq)
b.
Gas
SO2 dapat bereaksi dengan oksigen di
udara
2 SO2(g)
+ O2(g) 2 SO3(g)
c.
Gas
SO3 mudah larut dalam air, di udara
lembap membentuk asam sulfat yang lebih berbahaya daripada SO2 dan H2SO3
2 SO3(g) + H2O(l) H2SO4(aq)
Asam sulfat yang
sangat berbahaya bagi kesehatan pernapasan, khususnya paru-paru.
4. Oksida
Nitrogen
Gas nitrogen
monoksida memiliki sifat tidak berwarna, yang pada konsenterasi tinggi juga
dapat menimbulkan keracunan.
Reaksinya adalah :
N2(g) + O2(g) 2 NO(g)
Gas NO akan membentuk
gas NO2
dengan reaksi sebagai berikut.
2 NO(g) + O2(g) 2 NO2(g)
Keberadaan gas NO2 lebih dari 1 ppm dapat menyebabkan
terbentuknya zat yang bersifat karsinogen atau penyebab terjadinya kanker.
Proses tersebut dapat
dilihat pada reaksi berikut.
2 NO2(g) N2(g) + 2 O2(g)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar