Kamis, 08 November 2012

Minyak Bumi dan Gas Alam

 

         Keberadaan minyak bumi di alam merupakan hasil pelapukan fosil-fosil tumbuhan dan hewan pada zaman purba jutaan tahun silam.Dengan tekanan dan suhu yg tinggi,maka setelah jutaan tahun lamanya material tersebut berubah menjadi minyak yg terkumpul dalam pori-pori batu kapur atau batu pasir.Itu sebabnya minyak bumi disebut sebagai petroleum (yang dalam bahasa latin,petrus = minyak). Pada daerah lapisan bawah tanah yang tak berpori tersebut diberi nama antiklinal atau cekungan.




Ø  Golongan Alkana

   Golongan alkana yang tidak bercabang terbanyak adalah n-oktana,sedang alkana bercabang terbanyak adalah isooktana (2,2,4-trimetilpetana).

Ø  Golongan Sikloalkana

   Golongan sikloalkana yang terdapat pada minyak bumi adalah siklopetana dan sikloheksana.

Ø  Golongan Hidrokarbon Aromatik

    Golongan hidrokarbon aromatic yang terdapat dalam minyak bumi adalah bezena.

 






       Benzena


v  Senyawa-senyawa lain

       Sementara itu suber energy yang lain yaitu,gas alam memiliki komponen alkana suku rendah,yaitu metana,etana,propane dan butane. Sebagai komponen terbesarnya adalah metana. Dalam gas ala mini,metana digunakan sebagai bahan bakar,sumber hydrogen,dan untuk pembuatan methanol. Etana yang ada dipisahkan untuk keperluan industry,sedangkan propane dan butana juga dipisahkan,dan kemudian di cairkan untuk bahan bakar yang dikenal dengan nama LPG (Liquid Petroleum Gas) yang biasa digunakan untuk bahan bakar kompor gas rumah tangga.
 







6.3  Teknik Pengolahan Minyak Bumi

     Biasanya kandungan minyak bumi ini ada pada 3-4 km di bawah permukaan tanah.Minyak mentah atau yang biasa disebut crude oil ini berbentuk cairan kental hitam dan memiliki bau tidak sedap yang mengandung kotoran,juga mineral-mineral yang larut dalam air. Minyak mentah ini mengandung sekitar 500 jenis hdrokarbon dengan jumlah atom karbon 1-50.



A.Desalting

    Proses desalting merupakan proses penghilangan garam yang dilakukan dengan cara mencampurkan minyak mentah dengan air,tujuannya adalah untuk melarutkan zat-zat mineral yang larut dalam air.


B.Distilasi

     Distilasi bertingkat yaitu cara pemisahan campuran berdasarkan perbedaan titik didih. FRAKSI HIDRO KARBON YANG DIPEROLEH DARI DISTILASI BERTINGKAT. Fraksi-faksi yang didapatkan setelah proses distilasi selanjutnya diolah lebih lanjut dengan proses reforming,polimerisasi,treating, dan blending..


1.Reforming 
  
  Reforming merupakan suatu cara pengubahan bentuk,yaitu dari rantai lurus menjadi bercabang. Proses ini digunakan untuk meningkatkan mutu bensin.


2.Polimerisasi

  Polimerisasi merupakan suatu cara penggabungan monomer (molekul-molekul sederhana) menjadi molekul-molekul yang lebih kompleks


3.Treating

   Treating merupakan proses penghilangan kotoran pada minyak bumi.


4.Blending
  
   Blending merupakan proses penambahan zat adiktif.





6.4  Bensin

Bensin yang dihasilkan dari distilasi bertingkat disebut bensin distilat langsung (straight run gasoline). Mutu atau kualitas ditentukan oleh persentase isooktana yang terkandung didalamnya atau yang biasa disebut dengan bilangan oktan. Adanya komponen berantai lurus menghasilkan energy yang kurang efisien artinya banyak energy yang terbuang sebagai panas bukan sebagai kerja mesin,dan hal ini menyababkan terjadinya KNOCKING atau ketukan pada mesin. Untuk meningkatkan bilangan oktan dan bensin ditambahkan suatu zat yang disebut TEL (tetraetil lead) ata tetraetil timbal. Partikel timbal yang terisap oleh manusia dalam kadar yang cukup tinggi,menyebabkan terganggunya enzim pertumbuhan.



Penggunaan Residu Dalam Industri Petrokimia


Petrokimia adalah bahan-bahan atau produk yang dihasilkan dari minyak gas dan bumi. Untuk memperoleh produk petrokimia dilakukan dengan tiga tahapan,yaitu :

a.       Mengubah minyak dan gas bumi menjadi bahan dasar petrokimia
b.      Mengubah bahan dasar menjadi produk antara
c.       Mengubah produk antara menjadi produk akhir

 
a.       Olefin (alkena-alkena)
         Olefin merupakan bahan dasar petrokimia yang paling utama.

b.      Aromatika
   Pada industry petrokimia,bahan aromatika yang terpenting adalah benzene,toluene,xilena.

c.       Syn-gas (gas sintesis)
   Gas sintesisi merupakan campuran dari karbon monoksida dan Hidrogen.



1.      Karbon Monoksida

Gas karbon monoksida adalah gas yang tidak berwarna,tidak berbau,tidak berasa,dan tidak merangsang. Pada kadar yang lebih tinggi dapat menyebabkan pingsan dan pada kadar lebih dari 100 ppm dapat menimbulkan kematian. Oleh karena yang diedarkan keseluruh tubuh termasuk ke otak bukannya HbO, tetapi justru HbCO. Sumber keberadaan gas CO ini adalah pembakaran yang tidak sempurnadari bahan bakar minyak bumi. Dengan reaksi sebagai berikut . 2 C8H18 (g) + 17 O2(g)              16 CO(g) + 18 H2O(g)


Sekarang ini para ahli mencoba mengembangkan alat yang berfungsi untuk mengurangi banyaknya gas CO, dengan merancang alat yang disebut catalyc converter, yang berfungsi mengubah gas pencemar udara seperti CO dan NO menjadi gas-gas yang tidak berbahaya,dengan reaksi :

            2 CO(g) + O2(g)                   2 CO(g)
         
            2 NO2(g)                                 N2(g) 2 O2




2.      Karbon Dioksida

Gas karbon dioksida juga tidak mempunyai sifat tidak berwarna,berasa dan tidak merangsang. Berlebihnya kandungan CO2 menyebabkan sinar infra merah dari matahari diserap oleh bumi dan benda-benda disekitarnya. Akibat suhu di bumi menjadi semakin panas yang ditimbulkan oleh berlebihnya kadar CO2  di udara ini dikenal sebagai efek rumah kaca atau green house effect.


3.      Oksida Belerang

Gas belerang dioksida (SO2) mempunyai sifat tidak berwarna, tetepi memiliki berbau sangat menyengat dan dapat menyesakkan napas meskipub dalam kadar rendah. Proses terjadinya hujan dapat dijelaskan dengan reaksi berikut.

a.       Pembentukan asam sulfit di udara lembap

SO2(g) + H2O(l)                   H2SO3(aq)

b.      Gas SO2 dapat bereaksi dengan oksigen di udara

2 SO2(g) + O2(g)                   2 SO3(g)

c.       Gas SO3 mudah larut dalam air, di udara lembap membentuk asam sulfat yang lebih berbahaya daripada SO2  dan H2SO3

2 SO3(g) + H2O(l)                   H2SO4(aq)

Asam sulfat yang sangat berbahaya bagi kesehatan pernapasan, khususnya paru-paru.











4.      Oksida Nitrogen

Gas nitrogen monoksida memiliki sifat tidak berwarna, yang pada konsenterasi tinggi juga dapat menimbulkan keracunan.
Reaksinya adalah :
           
            N2(g) + O2(g)                 2 NO(g)
Gas NO akan membentuk gas NO2  dengan reaksi sebagai berikut.

            2 NO(g) + O2(g)               2 NO2(g)

Keberadaan gas NO2  lebih dari 1 ppm dapat menyebabkan terbentuknya zat yang bersifat karsinogen atau penyebab terjadinya kanker.
Proses tersebut dapat dilihat pada reaksi berikut.

            2 NO2(g)                               N2(g) + 2 O2(g)


           



Senin, 05 November 2012

Sejarah Masuknya Agama ISLAM ke Indonesia

peta jalur perdagangan
Setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW pada tahun 632 M, kepemimpinan Islam dipegang oleh para khalifah. Dibawah kepemimpinan para khalifah, agama Islam mulai disebarkan lebih luas lagi. Sampai abad ke-8 saja, pengaruh Islam telah menyebar ke seluruh Timur Tengah, Afrika Utara, dan Spanyol. Kemudian pada masa dinasti Ummayah, pengaruh Islam mulai berkembang hingga Nusantara.

Sejarah mencatat, kepulauan-kepulauan Nusantara merupakan daerah yang terkenal sebagai penghasil rempah-rempah terbesar di dunia. Hal tersebut membuat banyak pedagang dari berbagai penjuru dunia datang ke Nusantara untuk membeli rempah-rempah yang akan dijual kembali ke daerah asal mereka. Termasuk para pedagang dari Arab, Persia, dan Gujarat. Selain berdagang, para pedagang muslim tersebut juga berdakwah untuk mengenalkan agama Islam kepada penduduk lokal.


Teori-Teori Masuknya Islam ke Indonesia

Menurut beberapa sejarawan, agama Islam baru masuk ke Indonesia pada abad ke-13 Masehi yang dibawa oleh para pedagang muslim. Meskipun begitu, belum diketahui secara pasti sejak kapan Islam masuk ke Indonesia karena para ahli masih berbeda pendapat mengenai hal tersebut. Setidaknya ada tiga teori yang mencoba menjelaskan tentang proses masuknya Islam ke Indonesia yaitu teori Mekkah, teori Gujarat, dan teori Persia.

  1. Teori Gujarat, Teori yang dipelopori oleh Snouck Hurgronje ini menyatakan bahwa agama Islam baru masuk ke Nusantara pada abad ke-13 Masehi yang dibawa oleh para pedagang dari Kambay(Gujarat), India.
  2. Teori Persia, Teori ini dipelopori oleh P.A Husein Hidayat. Teori Persia ini menyatakan bahwa agama Islam dibawa oleh para pedagang dari Persia (sekarang Iran) karena adanya beberapa kesamaan antara kebudayaan masyarakat Islam Indonesia dengan Persia.
  3. Teori Mekkah, Teori ini adalah teori baru yang muncul untuk menyanggah bahwa Islam baru sampai di Indonesia pada abad ke-13 dan dibawa oleh orang Gujarat. Teori ini mengatakan bahwa Islam masuk ke Indonesia langsung dari Mekkah (arab) sebagai pusat agama Islam sejak abad ke-7. Teori ini didasari oleh sebuah berita dari Cina yang menyatakan bahwa pada abad ke-7 sudah terdapat sebuah perkampungan muslim di pantai barat Sumatera.

Sebuah batu nisan berhuruf Arab milik seorang wanita muslim bernama Fatimah Binti Maemun yang ditemukan di Sumatera Utara dan diperkirakan berasal dari abad ke-11 juga menjadi bukti bahwa agama Islam sudah masuk ke Indonesia jauh sebelum abad ke-13.

Proses Masuknya Islam di Indonesia

Proses masuknya islam ke Indonesia dilakukan secara damai dengan cara menyesuaikan diri dengan adat istiadat penduduk lokal yang telah lebih dulu ada. Ajaran-ajaran Islam yang mengajarkan persamaan derajat, tidak membeda-bedakan si miskin dan si kaya, si kuat dan si lemah, rakyat kecil dan penguasa, tidak adanya sistem kasta dan menganggap semua orang sama kedudukannya dihadapan Allah telah membuat agama Islam perlahan-lahan mulai memeluk agama Islam.

Proses masuknya Islam ke Indonesia dilakukan secara damai dan dilakukan dengan cara- cara sebagai berikut.

  1. Melalui Cara Perdagangan
  2. Indonesia dilalui oleh jalur perdagangan laut yang menghubungkan antara China dan daerah lain di Asia. Letak Indonesia yang strategis ini membuat lalu lintas perdagangan di Indonesia sangat padat padat dilalui oleh para pedagang dari seluruh dunia termasuk para pedagang muslim. Para pedagang muslim ini banyak bermukim di daerah pesisir pulau Jawa dan Sumatera yang penduduknya masih menganut agama Hindu. Para pedagang ini mendirikan masjid dan mendatangkan para ulama dan mubalig untuk mengenalkan nilai dan ajaran Islam kepada penduduk lokal.
  3. Melalui Perkawinan
  4. Bagi masyarakat pribumi, para pedagang muslim dianggap sebagai kelangan yang terpandang. Hal ini menyebabkan banyak penguasa pribumi tertarik untuk menikahkan anak gadis mereka dengan para pedagang ini. Sebelum menikah, sang gadis akan menjadi muslim terlebih dahulu. Pernikahan secara muslim antara para saudagar muslim dengan penguasa lokal ini semakin memperlancar penyebaran Islam di Nusantara.
  5. Melalui Pendidikan
  6. Pengajaran dan pendidikan Islam mulai dilakukan setelah masyarakat islam terbentuk. Pendidikan dilakukan di pesantren ataupun di pondok yang dibimbing oleh guru agama, ulama, ataupun kyai. Para santri yang telah lulus akan pulang ke kampung halamannya dan akan mendakwahkan Islam di kampung masing-masing.
  7. Melalui Kesenian
  8. Wayang adalah salah satu sarana kesenian untuk menyebarkan islam kepada penduduk lokal. Sunan Kalijaga adalah salah satu tokoh terpandang yang mementaskan wayang untuk mengenalkan agama Islam. Cerita wayang yang dipentaskan biasanya dipetik dari kisah Mahabrata atau Ramayana yang kemudian disisipi dengan nilai-nilai Islam.