Selasa, 27 November 2012
Kamis, 08 November 2012
Minyak Bumi dan Gas Alam
Keberadaan minyak bumi di alam
merupakan hasil pelapukan fosil-fosil tumbuhan dan hewan pada zaman purba
jutaan tahun silam.Dengan tekanan dan suhu yg tinggi,maka setelah jutaan tahun
lamanya material tersebut berubah menjadi minyak yg terkumpul dalam pori-pori
batu kapur atau batu pasir.Itu sebabnya minyak bumi disebut sebagai petroleum
(yang dalam bahasa latin,petrus =
minyak). Pada daerah lapisan bawah tanah yang tak berpori tersebut diberi nama antiklinal atau cekungan.
Ø
Golongan Alkana
Golongan alkana yang tidak bercabang
terbanyak adalah n-oktana,sedang alkana bercabang terbanyak adalah isooktana
(2,2,4-trimetilpetana).
Ø
Golongan Sikloalkana
Golongan sikloalkana yang terdapat pada
minyak bumi adalah siklopetana dan sikloheksana.
Ø
Golongan Hidrokarbon Aromatik
Golongan hidrokarbon aromatic yang terdapat
dalam minyak bumi adalah bezena.
|
|
Benzena
v
Senyawa-senyawa
lain
Sementara itu suber energy yang lain
yaitu,gas alam memiliki komponen alkana suku rendah,yaitu metana,etana,propane
dan butane. Sebagai komponen terbesarnya adalah metana. Dalam gas ala
mini,metana digunakan sebagai bahan bakar,sumber hydrogen,dan untuk pembuatan
methanol. Etana yang ada dipisahkan untuk keperluan industry,sedangkan propane
dan butana juga dipisahkan,dan kemudian di cairkan untuk bahan bakar yang
dikenal dengan nama LPG (Liquid Petroleum
Gas) yang biasa digunakan untuk bahan bakar kompor gas rumah tangga.
6.3 Teknik Pengolahan Minyak Bumi
Biasanya kandungan minyak bumi ini ada
pada 3-4 km di bawah permukaan tanah.Minyak mentah atau yang biasa disebut crude oil ini berbentuk cairan kental
hitam dan memiliki bau tidak sedap yang mengandung kotoran,juga mineral-mineral
yang larut dalam air. Minyak mentah ini mengandung sekitar 500 jenis hdrokarbon
dengan jumlah atom karbon 1-50.
A.Desalting
Proses desalting merupakan proses
penghilangan garam yang dilakukan dengan cara mencampurkan minyak mentah dengan
air,tujuannya adalah untuk melarutkan zat-zat mineral yang larut dalam air.
B.Distilasi
Distilasi
bertingkat yaitu cara pemisahan campuran berdasarkan perbedaan titik didih. FRAKSI HIDRO KARBON YANG DIPEROLEH DARI
DISTILASI BERTINGKAT. Fraksi-faksi yang didapatkan setelah proses distilasi
selanjutnya diolah lebih lanjut dengan proses reforming,polimerisasi,treating,
dan blending..
1.Reforming
Reforming merupakan suatu cara pengubahan
bentuk,yaitu dari rantai lurus menjadi bercabang. Proses ini digunakan untuk
meningkatkan mutu bensin.
2.Polimerisasi
Polimerisasi merupakan suatu cara
penggabungan monomer (molekul-molekul sederhana) menjadi molekul-molekul yang
lebih kompleks
3.Treating
Treating merupakan proses penghilangan
kotoran pada minyak bumi.
4.Blending
Blending merupakan proses penambahan zat
adiktif.
6.4 Bensin
Bensin
yang dihasilkan dari distilasi bertingkat disebut bensin distilat langsung
(straight run gasoline). Mutu atau kualitas ditentukan oleh persentase
isooktana yang terkandung didalamnya atau yang biasa disebut dengan bilangan oktan. Adanya komponen
berantai lurus menghasilkan energy yang kurang efisien artinya banyak energy
yang terbuang sebagai panas bukan sebagai kerja mesin,dan hal ini menyababkan
terjadinya KNOCKING atau ketukan pada mesin. Untuk meningkatkan bilangan oktan
dan bensin ditambahkan suatu zat yang disebut TEL (tetraetil lead) ata
tetraetil timbal. Partikel timbal yang terisap oleh manusia dalam kadar yang
cukup tinggi,menyebabkan terganggunya enzim pertumbuhan.
Penggunaan
Residu Dalam Industri Petrokimia
Petrokimia
adalah bahan-bahan atau produk yang dihasilkan dari minyak gas dan bumi. Untuk
memperoleh produk petrokimia dilakukan dengan tiga tahapan,yaitu :
a.
Mengubah
minyak dan gas bumi menjadi bahan dasar petrokimia
b.
Mengubah
bahan dasar menjadi produk antara
c.
Mengubah
produk antara menjadi produk akhir
a.
Olefin
(alkena-alkena)
Olefin
merupakan bahan dasar petrokimia yang paling utama.
b.
Aromatika
Pada industry petrokimia,bahan aromatika
yang terpenting adalah benzene,toluene,xilena.
c.
Syn-gas
(gas sintesis)
Gas sintesisi merupakan campuran dari karbon
monoksida dan Hidrogen.
1. Karbon
Monoksida
Gas karbon
monoksida adalah gas yang tidak berwarna,tidak berbau,tidak berasa,dan tidak
merangsang. Pada kadar yang lebih tinggi dapat menyebabkan pingsan dan pada
kadar lebih dari 100 ppm dapat menimbulkan kematian. Oleh karena yang diedarkan
keseluruh tubuh termasuk ke otak bukannya HbO, tetapi justru HbCO. Sumber
keberadaan gas CO ini adalah pembakaran yang tidak sempurnadari bahan bakar
minyak bumi. Dengan reaksi sebagai berikut . 2 C8H18 (g) + 17 O2(g) 16 CO(g) + 18 H2O(g)
Sekarang ini para
ahli mencoba mengembangkan alat yang berfungsi untuk mengurangi banyaknya gas
CO, dengan merancang alat yang disebut catalyc
converter, yang berfungsi mengubah gas pencemar udara seperti CO dan NO
menjadi gas-gas yang tidak berbahaya,dengan reaksi :
2 CO(g) + O2(g) 2 CO(g)
2 NO2(g) N2(g) 2 O2
2. Karbon
Dioksida
Gas karbon dioksida
juga tidak mempunyai sifat tidak berwarna,berasa dan tidak merangsang.
Berlebihnya kandungan CO2 menyebabkan sinar infra merah
dari matahari diserap oleh bumi dan benda-benda disekitarnya. Akibat suhu di
bumi menjadi semakin panas yang ditimbulkan oleh berlebihnya kadar CO2 di udara ini dikenal sebagai efek rumah kaca
atau green house effect.
3. Oksida
Belerang
Gas belerang dioksida
(SO2) mempunyai sifat tidak berwarna,
tetepi memiliki berbau sangat menyengat dan dapat menyesakkan napas meskipub
dalam kadar rendah. Proses terjadinya hujan dapat dijelaskan dengan reaksi
berikut.
a.
Pembentukan
asam sulfit di udara lembap
SO2(g)
+ H2O(l) H2SO3(aq)
b.
Gas
SO2 dapat bereaksi dengan oksigen di
udara
2 SO2(g)
+ O2(g) 2 SO3(g)
c.
Gas
SO3 mudah larut dalam air, di udara
lembap membentuk asam sulfat yang lebih berbahaya daripada SO2 dan H2SO3
2 SO3(g) + H2O(l) H2SO4(aq)
Asam sulfat yang
sangat berbahaya bagi kesehatan pernapasan, khususnya paru-paru.
4. Oksida
Nitrogen
Gas nitrogen
monoksida memiliki sifat tidak berwarna, yang pada konsenterasi tinggi juga
dapat menimbulkan keracunan.
Reaksinya adalah :
N2(g) + O2(g) 2 NO(g)
Gas NO akan membentuk
gas NO2
dengan reaksi sebagai berikut.
2 NO(g) + O2(g) 2 NO2(g)
Keberadaan gas NO2 lebih dari 1 ppm dapat menyebabkan
terbentuknya zat yang bersifat karsinogen atau penyebab terjadinya kanker.
Proses tersebut dapat
dilihat pada reaksi berikut.
2 NO2(g) N2(g) + 2 O2(g)
Senin, 05 November 2012
Sejarah Masuknya Agama ISLAM ke Indonesia

Setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW pada tahun 632 M, kepemimpinan Islam dipegang oleh para khalifah. Dibawah kepemimpinan para khalifah, agama Islam mulai disebarkan lebih luas lagi. Sampai abad ke-8 saja, pengaruh Islam telah menyebar ke seluruh Timur Tengah, Afrika Utara, dan Spanyol. Kemudian pada masa dinasti Ummayah, pengaruh Islam mulai berkembang hingga Nusantara.
Sejarah mencatat, kepulauan-kepulauan Nusantara merupakan daerah yang terkenal sebagai penghasil rempah-rempah terbesar di dunia. Hal tersebut membuat banyak pedagang dari berbagai penjuru dunia datang ke Nusantara untuk membeli rempah-rempah yang akan dijual kembali ke daerah asal mereka. Termasuk para pedagang dari Arab, Persia, dan Gujarat. Selain berdagang, para pedagang muslim tersebut juga berdakwah untuk mengenalkan agama Islam kepada penduduk lokal.
Teori-Teori Masuknya Islam ke Indonesia
Menurut beberapa sejarawan, agama Islam baru masuk ke Indonesia pada abad ke-13 Masehi yang dibawa oleh para pedagang muslim. Meskipun begitu, belum diketahui secara pasti sejak kapan Islam masuk ke Indonesia karena para ahli masih berbeda pendapat mengenai hal tersebut. Setidaknya ada tiga teori yang mencoba menjelaskan tentang proses masuknya Islam ke Indonesia yaitu teori Mekkah, teori Gujarat, dan teori Persia.
- Teori Gujarat, Teori yang dipelopori oleh Snouck Hurgronje ini menyatakan bahwa agama Islam baru masuk ke Nusantara pada abad ke-13 Masehi yang dibawa oleh para pedagang dari Kambay(Gujarat), India.
- Teori Persia, Teori ini dipelopori oleh P.A Husein Hidayat. Teori Persia ini menyatakan bahwa agama Islam dibawa oleh para pedagang dari Persia (sekarang Iran) karena adanya beberapa kesamaan antara kebudayaan masyarakat Islam Indonesia dengan Persia.
- Teori Mekkah, Teori ini adalah teori baru yang muncul untuk menyanggah bahwa Islam baru sampai di Indonesia pada abad ke-13 dan dibawa oleh orang Gujarat. Teori ini mengatakan bahwa Islam masuk ke Indonesia langsung dari Mekkah (arab) sebagai pusat agama Islam sejak abad ke-7. Teori ini didasari oleh sebuah berita dari Cina yang menyatakan bahwa pada abad ke-7 sudah terdapat sebuah perkampungan muslim di pantai barat Sumatera.
Sebuah batu nisan berhuruf Arab milik seorang wanita muslim bernama Fatimah Binti Maemun yang ditemukan di Sumatera Utara dan diperkirakan berasal dari abad ke-11 juga menjadi bukti bahwa agama Islam sudah masuk ke Indonesia jauh sebelum abad ke-13.
Proses Masuknya Islam di Indonesia
Proses masuknya islam ke Indonesia dilakukan secara damai dengan cara menyesuaikan diri dengan adat istiadat penduduk lokal yang telah lebih dulu ada. Ajaran-ajaran Islam yang mengajarkan persamaan derajat, tidak membeda-bedakan si miskin dan si kaya, si kuat dan si lemah, rakyat kecil dan penguasa, tidak adanya sistem kasta dan menganggap semua orang sama kedudukannya dihadapan Allah telah membuat agama Islam perlahan-lahan mulai memeluk agama Islam.
Proses masuknya Islam ke Indonesia dilakukan secara damai dan dilakukan dengan cara- cara sebagai berikut.
- Melalui Cara Perdagangan Indonesia dilalui oleh jalur perdagangan laut yang menghubungkan antara China dan daerah lain di Asia. Letak Indonesia yang strategis ini membuat lalu lintas perdagangan di Indonesia sangat padat padat dilalui oleh para pedagang dari seluruh dunia termasuk para pedagang muslim. Para pedagang muslim ini banyak bermukim di daerah pesisir pulau Jawa dan Sumatera yang penduduknya masih menganut agama Hindu. Para pedagang ini mendirikan masjid dan mendatangkan para ulama dan mubalig untuk mengenalkan nilai dan ajaran Islam kepada penduduk lokal.
- Melalui Perkawinan Bagi masyarakat pribumi, para pedagang muslim dianggap sebagai kelangan yang terpandang. Hal ini menyebabkan banyak penguasa pribumi tertarik untuk menikahkan anak gadis mereka dengan para pedagang ini. Sebelum menikah, sang gadis akan menjadi muslim terlebih dahulu. Pernikahan secara muslim antara para saudagar muslim dengan penguasa lokal ini semakin memperlancar penyebaran Islam di Nusantara.
- Melalui Pendidikan Pengajaran dan pendidikan Islam mulai dilakukan setelah masyarakat islam terbentuk. Pendidikan dilakukan di pesantren ataupun di pondok yang dibimbing oleh guru agama, ulama, ataupun kyai. Para santri yang telah lulus akan pulang ke kampung halamannya dan akan mendakwahkan Islam di kampung masing-masing.
- Melalui Kesenian Wayang adalah salah satu sarana kesenian untuk menyebarkan islam kepada penduduk lokal. Sunan Kalijaga adalah salah satu tokoh terpandang yang mementaskan wayang untuk mengenalkan agama Islam. Cerita wayang yang dipentaskan biasanya dipetik dari kisah Mahabrata atau Ramayana yang kemudian disisipi dengan nilai-nilai Islam.
Langganan:
Komentar (Atom)

